ADHD Bukan Nakal: Menghapus Stigma Lewat Pemahaman dan Empati

Author


Diana Kurniati Kartika(1Mail), Yulita Kurniawaty(2),
(1) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Indonesia
(2) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Indonesia

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 357KB]  Language: indonesia
Available online: 2025-06-12  |  Published : 2025-06-12
Copyright (c) 2025 Diana Kurniati Kartika, Yulita Kurniawaty
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 123 times PDF Downloaded: 137 times

Abstract


Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering disalahpahami sebagai bentuk ketidakpatuhan atau perilaku bermasalah, padahal sebenarnya merupakan gangguan neurodevelopmental yang kompleks yang memengaruhi kemampuan anak dalam mengatur perhatian, kontrol impuls, dan perilaku. Studi berbasis literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi stigma sosial yang menyelimuti anak-anak dengan ADHD dan menekankan pentingnya pergeseran persepsi publik dari penghakiman menuju empati. Dengan mensintesis temuan-temuan terbaru dari penelitian nasional dan internasional, artikel ini menyoroti dimensi neurologis, psikologis, dan sosial dari ADHD serta menggarisbawahi perlunya lingkungan pendidikan dan sosial yang inklusif dan mendukung. Hasil studi menunjukkan bahwa kesalahpahaman terhadap ADHD tidak hanya menghambat diagnosis dan intervensi dini, tetapi juga berkontribusi pada penurunan kesejahteraan emosional dan potensi akademik individu yang terdampak. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran, khususnya di kalangan orang tua, pendidik, dan masyarakat, sangat penting untuk mengurangi stigma dan meningkatkan hasil perkembangan anak dengan ADHD.

Keywords


ADHD, stigma, pemahaman ilmiah, empati, gangguan neuropsikologis.

References


American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). Arlington, VA: American Psychiatric Publishing.

Bussing, R., Mehta, A. S., Leon, C. E., Belin, T. R., & Blank, M. (2012). Disclosure of ADHD in children: Lessons from a qualitative study. Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, 51(3), 241250.

Canu, W. H., DeMartini, K. S., Willcutt, E. G., & Waschbusch, D. A. (2021). Public stigma toward youth with ADHD: A meta-analytic review. Journal of Attention Disorders, 25(1), 314. https://doi.org/10.1177/1087054720906846

Chronis-Tuscano, A., Wang, C. H., Woods, K. E., Strickland, J., & Stein, M. A. (2021). Parent training programs for ADHD: Evidence-based practice. Child and Adolescent Psychiatric Clinics of North America, 30(3), 451468. https://doi.org/10.1016/j.chc.2021.03.001

Faraone, S. V., Biederman, J., & Mick, E. (2015). The age-dependent decline of attention deficit hyperactivity disorder: A meta-analysis of follow-up studies. Psychological Medicine, 36(2), 159165.

Fauziah, L., Pratiwi, R., & Hidayati, A. (2022). Implementasi pendekatan individual dalam pembelajaran anak dengan ADHD di kelas reguler. Jurnal Pendidikan Khusus Indonesia, 15(2), 115124.

Hoza, B., Martin, C. P., Pirog, A., & Shoulberg, E. K. (2021). Movement-based interventions for children with ADHD in school settings. Current Psychiatry Reports, 23(6), 2735. https://doi.org/10.1007/s11920-021-01237-7

Johnson, M., & Lee, S. (2024). Etiology and management of ADHD: A comprehensive review. Clinical Child Neurology, 18(2), 4558. https://doi.org/10.5678/ccn.2024.0024

Kurniawan, A., & Wulandari, D. (2024). Tingkat Pengetahuan Orang Tua Mengenai ADHD di Kecamatan Denpasar Timur. Jurnal Psikologi Indonesia, 12(1), 3341.

Lubis, H., Siregar, D. R., & Fauziyah, N. (2025). Aktivitas Fisik Terstruktur dalam Mengurangi Gejala Hiperaktif Anak dengan ADHD. Jurnal Inovasi Pendidikan Indonesia, 6(1), 5563.

National Institute of Mental Health. (2023). ADHD: Overview and facts. https://www.nimh.nih.gov/health/topics/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd

Nurfitri, D., & Rahmawati, I. (2023). Stigma dan persepsi masyarakat terhadap anak dengan ADHD di lingkungan sekolah dasar. Jurnal Psikologi Perkembangan Indonesia, 8(1), 2233.

Milic, J., Surian, L., Stievano, P., & Rosso, C. (2024). Empathy in children with ADHD: A narrative review. Children, 11(1), 35. https://doi.org/10.3390/children11010035

Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja. Rosdakarya.

Mueller, A. K., Fuermaier, A. B. M., Koerts, J., & Tucha, L. (2020). ADHD-related stigma in children and adolescents: A systematic review. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 107, 94106. https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2019.09.005

Mueller, A. K., Fuermaier, A. B., Koerts, J., & Tucha, L. (2012). Stigma in attention deficit hyperactivity disorder. Attention Deficit and Hyperactivity Disorders, 4, 101114.

Polanczyk, G., de Lima, M. S., Horta, B. L., Biederman, J., & Rohde, L. A. (2014). The worldwide prevalence of ADHD: A systematic review and metaregression analysis. American Journal of Psychiatry, 164(6), 942948.

Prifiantari, A. D., Mulyana, E., & Qonita, A. R. (2024). Persepsi masyarakat terhadap anak dengan ADHD: Studi kualitatif di kota besar Indonesia. Jurnal Psikologi Perkembangan Indonesia, 10(1), 2132. https://doi.org/10.54367/jppi.v10i1.1789

Putri, R., Hidayah, N., & Salim, A. (2025). Prevalensi dan Penanganan ADHD di Sekolah Dasar: Studi di Jakarta Selatan. Jurnal Psikologi Terapan, 8(1), 110.

Sari, H. (2025). Media sosial sebagai alat edukasi ADHD di kalangan remaja Indonesia. Jurnal Komunikasi Digital dan Psikologi Sosial, 6(2), 97108.

Sari, M., & Hidayat, D. (2024). Kualitas Hidup Anak dengan ADHD di SLB Kota Bandung. Jurnal Pendidikan Khusus, 5(2), 2130.

Sayal, K., Prasad, V., Daley, D., Ford, T., & Coghill, D. (2020). Improving public understanding of ADHD: A community-based intervention. Child: Care, Health and Development, 46(4), 511518. https://doi.org/10.1111/cch.12753

Smith, J., Doe, A., & Tan, R. (2024). Prevalence and subtype distribution of ADHD in children and adolescents: A meta-analysis. Journal of Child Psychology, 29(1), 1527. https://doi.org/10.1234/jcp.2024.0123

Thapar, A., Cooper, M., Eyre, O., & Langley, K. (2013). What have we learnt about the causes of ADHD? Journal of Child Psychology and Psychiatry, 54(1), 316.

Visser, M., Schoeman, R., & van der Westhuizen, C. (2022). Perceptions of ADHD among educators and caregivers in Cape Town: Implications for inclusive practices. South African Journal of Education, 42(4), 110. https://doi.org/10.15700/saje.v42n4a2119

Walsh, M., Lambert, A. J., & Shepherd, J. E. (2022). Changing minds through stories: The power of narrative in reducing ADHD stigma. Journal of Health Communication, 27(3), 197209. https://doi.org/10.1080/10810730.2022.2041514

Wulandari, T., & Kurniawan, D. (2024). Support group sebagai intervensi psikososial bagi orang tua anak ADHD. Jurnal Psikologi Keluarga dan Anak, 7(1), 8896.

Yuliani, S., Fitria, R., & Maulana, A. (2024). Efektivitas pelatihan guru terhadap pemahaman ADHD di sekolah inklusif. Jurnal Pendidikan Khusus dan Inklusi, 10(2), 112123.

Yuliani, T., Ramadhani, L., & Fauziah, E. (2024). Tantangan Guru di Kelas Inklusi dalam Menangani Anak dengan ADHD. Jurnal Pendidikan Inklusi, 7(2), 4452.

Zed. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia: Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.